Showing posts with label MOTIVASI HARI INI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI HARI INI. Show all posts

Sunday, July 20, 2014

KEJAHATAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN – PERBUATAN YANG MULIA LAGI TERPUJI

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.”

Balaslah Kejahatan Dengan Kebaikan. Ketika seseorang melukai dan menyakti hati kita, tentunya saat itu timbul rasa marah dalam diri kita. Justru mungkin sempat terpikir untuk membalas perlakuannya. "Astaghfitullah...."


Di
mana ketika timbul amarah dalam diri kita, syetan sedang menggoda kita agar kita meluapkan kemarahan kita dengan membalas perlakuanya. Dan tentu inilah yang menjadi ujian dapatkah kita melewatinya....?menepis semua godaan setan....? atau justru mengikuti godaannya dengan membalas dengan keburukan juga? Nah, di sinilah keimanan kita diuji. Bagaimana kita akan menghadapinya.

Firman Allah S.W.T di dalam Al-Quranul Karim Yang bermaksud :
"Wahai orang-orang yang beriman minta tolonglah kamu dengan sabar dan sembahyang, sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar " (153).

Mengenai hal ini Rasulullah SAW pernah bersabda, “Menakjubkan perihal orang yang beriman. Sesungguhnya setiap perkara dalam urusannya (orang mukmin) semuanya adalah baik baginya dan tidak berlaku hal yang demikian melainkan ke atas mereka yang beriman. Jika dia ditimpa kesusahan dia bersabar maka yang demikian adalah baik baginya dan jika dia didatangkan kemudahan dia bersyukur maka yang demikian adalah baik baginya.” Hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim (7425).

Bukankah Rasulullah pun telah mengajarkan kepada kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan seperti yang yang diceritakan dalam sebuah kisah berikut ini :

Di
satu sudut pasar Madinah Al- Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya dia selalu berkata, "Wahai saudaraku janganlah kami dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya."

Namun tanpa disedari pengemis Yahudi buta, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Begitulah yang dilakukan oleh baginda pada setiap hari sehinggalah ke saat kewafatannya.

Setelah Rasulullah SAW wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar Radhiallahu Anhu (RA) berkunjung ke rumah anaknya Aisyah. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan...
?"

Aisyah menjawab pertayaan ayahnya, "Wahai ayahanda, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja."

"Apakah itu?", tanya Abu Bakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana," kata Aisyah.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk di berikannya kepada pengemis itu. Beliau mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapkan nasi, si pengemis itu marah sambil berteriak, "Siapakah kamu?"

Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," jawab si pengemis buta itu. "Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapkan aku tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut," pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya. Beliau menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari pada sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAW."

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar RA, dia pun menangis dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya dan memfitnahnya. Dia tidak pernah memarahiku walau sedikit pun, malah dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia begitu mulia.."

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadah di
hadapan Abu Bakar RA.

Subhanallah,
bukankah kisah ini telah mengajarkan kita agar kita tetap dapat berbuat kebaikan meskipun kepada seseorang yang telah berbuat jahat kepada kita " Tetaplah rendah hati."

Dalam menghadapi kejahatan yang dilakukan seseorang kepada kita Alquran memberikan petunjuk Tolaklah kejahatan itu dengan kebaikan maksudnya adalah jika ada orang yg berbuat jahat kepada kita balaslah kejahatannya itu dgn kebaikan. Jika ada orang yg jahat kepadamu dgn perbuatannya dgn perkataannya atau d
engan sesuatu yg lain maka balaslah hal itu dgn kebaikan. Jika ia memutus hubungan denganmu cobalah jalin hubungan baik dengannya. Jika ia menzalimi maafkanlah ia. Jika berbicara tentang kamu janganlah engkau hiraukan.

Tetapi maafkanlah ia dan sambutlah ia dengan perkataan yang baik. Apabila ia menjauhimu dan tidak menghiraukanmu tetaplah berkata yg lembut dan mengucapkan salam kepadanya. Jika engkau mampu membalas kejahatan dgn kebaikan niscaya engkau akan mendapatkan faedah y
ang sangat besar.

Insya
Allah dengan kesabaran, kita dengan perlakuan kita yang mebalas kejahatan dengan kebaikan , maka kebaikan itu akan membuat dia menjadi lebih baik kepada kita, bahkan sangat mungkin untuk berubah menjadi lembut kepada kita...

Memang sulit untuk melakukan ini semua, suatu hal yang bertentangan dengan watak dasar kita sebagai manusia, tetapi barang siapa yang mampu mengamalkannya akan mendapat keberuntungan yang besar dan itu hanya diberikan oleh Allah kepada hambaNya yang sabar.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kesabaran dan lindungilah kami dari orang
-orang yang zalim, Amin....

Yuk, saat ini kita sama-sam
a belajar untuk membalas kejahatan dengan kebaikan.....!!!

Saturday, July 19, 2014

HIKMAH / KEUNTUNGAN BELAJAR DARI PEKERJAAN – BEKERJA SAMBIL BELAJAR = BELAJAR SAMBIL BEKERJA

Pekerjaan idealnya memang mendapatkan kompensasi baik berupa uang, penghargaan, maupun bentuk-bentuk keuntungan lainnya yang setimpal. Namun hal ini seringkali hanya akan menambah "beban pekerjaan" itu sendiri, iya kalau kompensasi yang akan didapatkan dari penyelasaian pekerjaan tersebut dianggap besar, otomatis dapat menjadi pemicu semangat, namun berbeda halnya dikala pekerjaan itu dianggap tidak terlalu menghasilkan dan terbilang kecil dalam nominalnya misalnya.

Dan rahasia dari mendapatkan pelajaran terbesar dari setiap pekerjaan tersebut yakni pelajaran di dalamnya adalah menikmati setiap proses dalam pekerjaan tersebut dengan fikiran yang selalu sadar, sadar untuk terus belajar.

Pikiran yang sebelumnya “bayaran” yang berupa uanga selalu menjadi sasaran hampir di setiap aktivitas pekerjaan / tugas rubah fokus (sudut pandang) tersebut pada pelajaran-pelajaran baru yang dapat menjadikan pengalaman-pengalaman baru, pendalaman penguasaan pekerjaan, hingga penciptaan metode-metode baru dalam penyelesaian pekerjaan yang lebih baik / berkualitas, dan hikmah-hikmah lainnya.

"Mau belajar mendapatkan pelajaran dari setiap pekerjaan-pekerjaan yang ada sekarang, kelak mereka akan menjadikan pendapatan-pendapatan lebih dibanding upah yang diterima sekarang." Dan pada akhirnya, secara perlahan, uang dan pelajaran akan didapatkan. Semoga kita selalu dapat meraih kualitas hidup yang lebih baik Saudara-saudariku... Amiin...

Wednesday, April 30, 2014

CONTOH POTENSI DIRI NEGATIF YANG PERLU DIHILANGKAN UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN HIDUP / MEWUJUDKAN PRESTASI

Selain setiap manusia memiliki potensi-potensi diri yang positif, setiap manusia juga memiliki potensi diri yang negatif yang tentu saja perlu dihilangkan, agar dapat mencapai kesuksesan hidup serta mampu menorehkan prestasi-prestasi yang layak diandalkan. Beberapa potensi-potensi negatif ini di antaranya :

1. Mudah diadu domba

Semua kelebihan yang dimiliki dapat hilang percuma jika seseorang masih mudah diadu domba. Dalam berbagai aspek kehidupan hendaknya harus berhati-hati karena seseorang bisa diadu domba atau bahkan mungkin tergoda untuk menjadi pelakunya. Hal ini arus dihindari, karena sangat merugikan diri sendiri.

2. Kurang berhati-hati

Pepatah “biar lambat asal selamat” memang bisa diganti dengan “biar cepat tapi selamat”, tetapi tetap harus waspada dan berhati-hati. Mengapa demikian? Oleh karena kita sering terburu-buru tanpa memperhatikan resiko lainnya asalkan tujuan tercapai. Akibatnya memang tujuan tercapai tetapi ada resiko besar yang didapatkan.

3. Emosional

Emosional merupakan suatu keadaan perasaan atau kondisi kejiwaan yang sedang labil sehingga dapat mengganggu hubungan dengan orang lainnya. Biasanya muncul pada saat keadaan tidak normal, sehingga individu yang sedang emosional kurang bisa mengendalikan diri. Dia bisa marah, berteriak ataupun menangis. Sebenarnya semua aktivitas tadi boleh saja dilakukan asalkan tetap terkendali dan tidak mengganggu orang lain.
Potensi diri yang positif adalah jika kita tidak mudah emosional yaitu kita memiliki kecerdasan emosi (emotional quotient) yang baik.

4. Kurang percaya diri

Banyak dari generasi muda yang belum mengerjakan sesuatu sudah menyerah dengan mengatakan tidak mampu melaksanakannya. Jadi generasi muda menyerah atau kalah sebelum bertanding. Sebenarnya ada kemampuan tetapi karena kurang percaya diri menjadi tidak mau melakukan sesuatu. Sungguh disayangkan karena kesempatan emas menjadi hilang. Hal ini berarti harga diri (self esteem) mereka adalah negatif karena cenderung merasa bahwa dirinya tidak mampu dan tidak berharga. Potensi diri yang positif adalah jika kita memiliki rasa percaya diri yang besar. Ciri-ciri individu yang kurang percaya diri :

a.   Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok,

b.   Menyimpan rasa takut /kekhawatiran terhadap penolakan,

c.   Sulit menerima realita diri (terutama dalam menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri-namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri,

d.   Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif,

e.   Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil,

f.    Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri),

g.   Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu,

h.   Mempunyai external locus of control(mudah menyerah pada nasib, sangat bergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain).

5. Kurang mempunyai motivasi

Manusia bukanlah benda mati yang bergerak hanya bila ada daya dari luar yang mendorongnya, melainkan makhluk yang mempunyai daya dalam dirinya untuk bergerak. Inilah yang dinamakan motivasi. Sehingga motivasi sering disebut penggerak perilaku (the energizer of behaviour).

Motivasi adalah bidang yang amat sering dipelajari oleh para psikolog karena pengetahuan akan determinan perilaku ini akan banyak membantu dalam meramalkan dan mengendalikan dampak dari suatu keadaan tertentu terhadap kehidupan manusia. Ini berhubungan dengan prestasi diri sebagai suatu perilaku yang muncul karena potensi diri yang ada dengan didorong motivasi yang kuat. Motivasi adalah dorongan baik yang berasal dari dalam diri seseorang maupun yang berasal dari luar diri seseorang tersebut, misalnya dari keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Adanya motivasi akan mempercepat tercapainya tujuan untuk berprestasi.

Oleh karena itu kita harus punya motivasi supaya kebutuhan hidup terpenuhi, mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sebagaimana dikemukakan oleh Abraham H Maslow, yaitu dari kebutuhan fisiologis dasar, kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan paling tinggi kebutuhan aktualisasi diri yang berupa kesempatan dan kebebasan untuk mewujudkan cita-cita sesuai kemampuan yang dimiliki setiap individu.

Hubungan antara potensi diri dengan prestasi diri sangat erat, karena untuk berprestasi seseorang harus mengenali terlebih dahulu potensi yang ada dalam dirinya. Potensi diri yang negatif harus dihilangkan, sebaliknya potensi yang positif harus dimunculkan. Jadi kita seharusnya memaksimalkan potensi atau kekuatan dan sekaligus meminimalkan pengaruh kelemahan kita. 

Menurut Andri Wongso, caranya : Pertama berkomitmen untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut, ke dua melakukan usaha yang sungguh-sungguh untk menghentikan pengaruhnya setiap kali kelemahan diri tersebut muncul dan ke tiga menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru yang mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan membenamkan kelemahan-kelemahan kita.

Dan ke tiganya ini harus dimulai sekarang juga karena tindakan adalah kekuatan. Orang yang punya potensi disebut juga dengan manusia unggul terlebih jika dia dapat mewujudkan potensinya dengan baik, akan tetapi jangan sampai menjadi sombong.

Ciri-ciri manusia unggul adalah :

1. Memiliki keimanan yang utuh.

2. Melaksanakan amal ibadah

3. Memiliki akhlak mulia, yang terdiri dari amanah, ikhlas, tekun, berdisiplin, bersyukur, sabar, dan adil.

Ke tiga hal ini akan semakin lengkap jika didukung oleh hal-hal positifyang dimiliki oleh seseorang. Prestasi diri seseorang akan semakin bermakna jika dilandasi oleh keimanan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka berprestasi bukan semata kepentingan pribadi tetapi demi kepentingan yang lebih luas lagi untuk kepentingan nusa, bangsa dan negara.

KUNCI MERAIH PRESTASI DENGAN TERUS KEMBANGKAN POTENSI DIRI YANG POSITIF

Salah satu aturan main dalam permainan hidup (the game of life) adalah diberlakukannya hukum kompetisi / persaingan. Kenyataan menunjukkan semua orang memiliki keinginan umum yang sama : ingin kaya, ingin dihormati atau ingin berprestasi di bidang tertentu. Akan tetapi tidak semuanya dapat mencapai apa yang diinginkannya. Mengapa demikian?

Hal ini karena masing-masing individu memiliki potensi diri yang berbeda dengan lainnya. Manusia adalah ciptaan yang paling sempurna, kesempurnaan tersebut dapat dilihat dari kelengkapan sisi-sisi manusia itu sendiri, yaitu ada kebaikan ada pula keburukan. 

Ada kekuatan tetapi juga ada kelemahan. Manusia sebagai mahluk berpotensi yang selalu bertumbuh menuju aktualisasi dirinya, harus mampu mengenali ke dua sisi tersebut dengan baik. Namun tidak semua manusia berkehendak dan mau bekerja keras untuk mendayagunakan potensinya.

Kekuatan yang berupa potensi-potensi diri yang istimewa menjadi sulit berkembang, karena kelemahan-kelemahan yang tidak bisa dikendalikan atau dikelola dengan baik. Potensi berasal dari kata bahasa Inggris to potent yang berarti keras, kuat. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dimaksud potensi adalah kemampuan-kemampuan dan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh seseorang, namun belum dipergunakan secara maksimal.

Potensi merupakan suatu daya yang dimiliki oleh manusia, tetapi daya tersebut masih terpendam dalam diri yang bersangkutan. Setiap manusia pada dasarnya memiliki potensi, tetapi tidak setiap manusia berkehendak dan mau bekerja keras untuk mendayagunakan potensi tersebut.

Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang, setiap orang memilikinya. Potensi diri ada yang positif dan ada yang negatif.

1. Memiliki idealisme

Sebagai generasi muda kita harus memiliki ide yang kita yakini kebenarannya dengan didukung fakta dan berusaha untuk mewujudkannya dalam tujuan hidup kita.

2. Dinamis dan kreatif

Sifat dinamis dan kreatif dalam arti selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman tanpa berhenti untuk berkreasi dalam mencapai tujuan tanpa mengabaikan norma-norma yang ada dalam kehidupan sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma kesusilaan dan norma kesopanan.

3. Keberanian mengambil resiko

Setiap tindakan yang dilakukan bukan tanpa resiko, karena jika ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan berusaha menghadapi serta mengatasinya dengan baik.

4. Optimis dan kegairahan semangat

Manusia yang hidup di era globalisasi sekarang ini tidak boleh pesimis, maka sebagai bagian dari dunia seseorang harus selalu optimis dan memiliki kegairahan semangat supaya tidak putus asa dan lemah sebelum bertanding. Para pahlawan telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia tetapi kita yang harus mempertahankan dan mengisinya melalui karya yang positif. Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya mau bekerja keras, ulet dan tangguh dalam mewujudkan sebuah prestasi. Sebab perlu diingat bahwa Tuhan sendiri tidak akan mengubah kondisi suatu bangsa jika bangsa tersebut tidak mau berubah.

5. Kemandirian dan disiplin murni

Kita adalah bagian dari bangsa yang mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dan memiliki disiplin yang tinggi. Pendidikan disiplin bukan hanya sekedar patuh terhadap aturan tetapi juga harus terwujud dalam bentuk pengakuan terhadap hak dan keinginan orang lain, serta mau mengambil bagian dalam memikul tanggung jawab sosial secara manusiawi.

6. Fisik yang kuat dan sehat

Apa artinya jiwa yang meledak-ledak penuh semangat dengan berbagai ide jika tidak ditunjang oleh fisik yang kuat dan sehat? Tentu tidak akan ada artinya. Untuk itu potensi diri yang positif harus memperhatikan masalah yang satu ini karena sangat penting peranannya. Ingatkah kalian dengan pepatah: “di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat (mensana in corpore sano)“? Nah potensi diri yang positif adalah yang menjaga kekuatan dan kesehatan fisik.

7. Sikap ksatria

Ksatria adalah sikap yang sportif yaitu berani mengakui kesalahan dan kekalahan jika mengalaminya, serta bersedia meminta maaf untuk tidak mengulangi lagi perbuatan. Dalam falsafah masyarakat Jawa, seseorang baru pantas bergelar ksatria jika dia dapat “menang tanpa mengalahkan, kemudian mengalahkan tanpa merendahkan dan menyerang tanpa menyakiti .”

8. Terampil dalam menerapkan IPTEK

Melalui pendidikan dan pelatihan para siswa diharapkan dapat melatih keterampilannya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah. Jika memungkinkan dapat diperdalam di luar sekolah, sehingga menjadi generasi muda yang tidak gagap teknologi, dan mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia.

Setelah itu mereka diharapkan dapat menerapkan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan mengikuti lomba komputer daerah atau nasional. Ini merupakan peran serta yang baik dari masyarakat dalam menunjang potensi diri siswa dalam berprestasi sehingga terampil dalam menerapkan IPTEK.

9. Kompetitif

Di tengah persaingan dunia seperti sekarang ini setiap individu harus mampu menunjukkan kelebihan dirinya, diantaranya dengan berkompetisi dengan bangsa lainnya. Kompetisi berasal dari bahasa Latin to competere yang kalau di Inggriskan menjadi to seek together (mencari bersama), to agree (menyetujui) atau to coincide (menyepakati bersama). Sebenarnya dalam berkompetisi tidak ditemukan adanya ajaran yang menjadikan orang lain sebagai objek atau musuh. Jadi kompetitif adalah orang lain dijadikan sebagai mitra dalam mencapai suatu prestasi.

Masalah yang muncul jangan sampai kata kompetisi menjadi konkurensi (to conquer defeat/overcome enemy) mengalahkan orang lain/musuh. Oleh karena hasil yang dicapai bukan lagi kemenangan (winning) melainkan memukul mundur (beating). 

Selain itu jika kompetisi mensyaratkan adanya kompetensi atau keahlian, maka dalam konkurensi akan ada komparasi, gaya hidup membandingkan secara tidak sehat, dan praktik konkurensi adalah produk muatan pikiran irrasional yang bertentangan dengan logika hidup rasional. Bersaing itu sehat karena ada acuan, akan mendorong terciptanya energi dan akan dapat memacu prestasi diri seseorang, asal jangan menghalalkan segala cara, dan harus selalu ingat dosa dan Tuhan selalu mengawasi perilaku umatnya.

Jika harus bersaing seharusnya dimulai dengan langkah sebagai berikut :

a. Berani memulai

b. Fokus pada keunggulan

c. Transformasi energi konkurensi

Maksudnya seseorang jika hendak bersaing harus mempersiapkan ke tiga hal di atas yaitu berani memulai tidak menunda, kemudian memfokuskan pada keunggulan yang dimiliki serta yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah energi persaingan yang bersifat negatif menjadi sesuatu yang positif, supaya terjadi persaingan yang sehat dan mencapai hasil yang optimal.

10. Daya pikir yang kuat

Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus memiliki daya pikir yang kuat dan didukung dengan motivasi yang kuat pula dalam dirinya. Karena hal ini merupakan penggerak untuk melakukan aktivitas, sebagaimana yang dikemukakan oleh Descartes “Aku berfikir maka aku ada”. Jika orang mempunyai kemampuan dan kemauan untuk berpikir dengan kuat maka dia akan mampu berprestasi dengan baik.

11. Memiliki bakat

Seseorang yang memiliki bakat yaitu mempunyai potensi yang dimilikinya sungguh beruntung karena akan mudah dalam mewujudkan prestasi dirinya. Untuk itu perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan. Bakat yang besar tadi harus didukung dengan motivasi yang kuat dari dalam dirinya. Seorang pemimpin yang hebat selain bisa dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan akan lebih hebat jika dia memiliki bakat terpendam sebagai potensi dirinya.

Dalam upaya mengembangkan potensi diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :

a. Mengenali diri sendiri,

b. Memposisikan diri,

c. Mendobrak diri, dan

d. Aktualisasi diri.

Saturday, April 19, 2014

MUNDUR SESAAT UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI MELUNCUR CEPAT

Sahabat... Dalam perjalanan hidup ini, seringkali kita mengalami beberapa kejadian hidup yang seringkali membuat diri kita drop. Ada kalanya, ketika kita melakukan sesuatu yang benar, namun ternyata ada saja orang lain yang berusaha menjatuhkan kita, saat itu pula keyakinan pada diri kita benar-benar diuji, masih bernyalikah kita untuk bangkit.


Perendahan yang dilancarkan orang lain pada kita, bukanlah merupakan vonis yang akurat, dan kembali pada diri kita, mengiyakan atau menidakkannya. Ketika orang lain mengatakan kita bodoh, lalu kita pun mengatakan iya, maka cukup sudah memang kita benar-benar akan menjadi korban vonis yang menjerumuskan diri ini.

Lalu, bagaimana tips dalam menanggapi vonis dari orang lain yang mengatakan sesuatu hal negatif tersebut, katakanlah... iya terimakasih dalam lisan, namun dalam hati dan pikiran kita “tidak”, kita tetap yakin bahwasannya kita bukanlah pecundang yang dengan begitu saja menyetujui akan kemunduran diri, namun sebaliknya, dalam hati dan pikiran tenang ini, terus menggema bahwa kita adalah salah seorang manusia yang hebat, pandai, beruntung, dan rendah hati.

Kemudian, apa keuntungan dari sebuah sifat ini. Tentu saja, menguntungkan diri-sendiri dan kemudian akan mempengaruhi pula pada kehidupan yang lainnya.  Kesabaran bukanlah sesuatu yang stagnan, diam, apalagi tak bergerak, namun kesabaran di sini adalah kekuatan bertahan di medan perjuangan yang mempunyai alasan-alasan demi perubahan dan kemajuan dalam lautan kebaikan.

Dikarenakan Allah Maha Adil, percayalah, kita pun memiliki potensi yang sama dengan mereka-mereka yang kita anggap sukses dalam berbagai bidang.  Oleh karena itu, tetaplah menjadi pribadi yang santun, semangat, terus mau belajar di tengah-tengah derasnya “serangan-serangan” negatif.

Dan jangan habiskan waktu-waktu potensial ini, hanya untuk berfikir semu, namun wujudkan dari ide-ide terkecil sebagai awal dari implementasi dari ide-ide besar Anda dalam bentuk yang nyata. Bersyukurlah kita pernah gagal di masa lalu, karena dengan modal kegagalan inilah, kita dapat belajar menemukan kesalahan-kesalahan untuk sesegera mungkin dilakukan perbaikan. 

Selamat bertindak sahabat...! 

Saturday, January 11, 2014

PENGUKIR ALAMI TENTANG DIRI DI MASA DEPAN

Tetap berhati-hati dalam segala tindakan, perkataan, serta tulisan yang ditujukan untuk berkomunikasi dengan sesama. Karena komunikasi yang telah terlanjur terjalin, bukan hanya untuk menuangkan perasaan dan pikiran kita di saat ini, tapi lebih dari itu, ia menjadi pengukir alami pada batu-batu sejarah “TENTANG DIRI KITA” di masa depan.


INIKAH SALAH KUNCI PERTOLONGAN ALLAH SWT ?

Percayalah Sobat... Dengan ketulusan / keikhlasan hati dalam membantu meringankan beban bagi sesama di sela-sela padatnya aktivitas itu bagaikan mau memberi sedikit kepunyaan di saat kita sendiripun kekurangan...

Namun dari sinilah menjadikan salah satu sebab datangnya pertolongan Allah SWT benar-benar akan terjadi pada kita di saat-saat yang tepat sekaligus dipermudah segala usaha yang awalnya sulit ataupun bahkan sesuatu hal yang awalnya kita anggap mustahil menjadi benar-benar menjadi kenyataan… Insya Allaah… Amiin...

PEKERJAANKU IBADAHKU

Jika memang pekerjaan-pekerjaan ini merupakan salah satu sarana untuk menggapai IBADAH, layakkah kita MENGELUH...?

Percaya atau tidak percaya…, segala PEKERJAAN BAIK yang dilakukan atas dasar KEIKHLASAN dan PENGABDIAN, selamanya tidak akan pernah MERUGI... Waktu akan terus berjalan, dan akan tiba saatnya untuk MENUAI segala tanaman-tanaman kita itu NANTI, BUKAN SEKARANG...

Dan hampir semua keluhan itu akan selalu efektif mengorek luka lama, bahkan dapat menambah luka-luka baru yang sangat tidak perlu. LEBIH BAIK tetap maju tanpa keluhan, dan dari proses PAHIT inilah akan selalu mampu melahirkan insan-insan pilihan yang berdaya tahan serta berkemampuan tinggi, dan karakter seperti mereka-mereka inilah yang layak menjadi PEMIMPIN MASA DEPAN… Andakah salah satunya…?  

Salam Erat Persahabatan – www.giatguru.blogspot.com