Thursday, March 6, 2014

KEMDIKBUD AKAN KEMBANGKAN KURIKULUM PAUD – JUMLAH JAM PERMINGGU 27 JP, 1 JAM PEMBELAJARAN UNTUK PAUD 30 MENIT

Sejak tahun 2013 Pusat Kurikulum dan Perbukuan (PUSKURBUK), mulai mengembangkan kurikulum PAUD, sebagai tindak lanjut ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013, perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Demikian diungkapkan Kepala Bidang PAUDNI, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Nanik Suwaryani, pada sidang komisi Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Jakarta, Kamis (6/03/2014)

Nanik mengatakan, dalam PP No 32 tahun 2013 disebutkan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa diperlukan komitmen nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa melalui pengaturan kembali standar kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, serta pengaturan kembali kurikulum. Demikian pula disebutkan dalam Peraturan Pemerintah ini bahwa struktur kurikulum pendidikan anak usia dini formal berisi pengembangan nilai agama dan moral, motorik kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.

“Saat mengembangkan kurikulum ini diingatkan supaya belajar dari proses yang sudah terjadi pada kurikulum persekolahan,” tuturnya.

Kurikulum PAUD dengan konsep Kesiapan Belajar, dengan tiga komponen utama yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Diurai lagi menjadi kompetensi inti yaitu sikap religius dan sosial, kompetensi ini dirinci lebih lanjut menjadi kompetensi dasar. Peserta didik berasal dari lahir sampai enam tahun, dengan arah kompetensi itu supaya anak siap belajar.

Rumusan belajar untuk PAUD, seperti sikap yaitu memiliki prilaku yang mencerminkan sikap beragama, hidup sehat, rasa ingin tahu, berpikir dan bersikap kreatif, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, dan sebagainya. “Ini sifatnya masih draft dan belum pada titik akhir. Yang akan disiapkan ini nantinya akan diolah lagi di BSNP” katanya.

 Kemudian terkait pengetahuan, memiliki pengetahuan tentang diri, keluarga, teman, guru, dan sebagainya. Serta untuk keterampilan memiliki kemampuan untuk berpikir, berkomunikasi, dan bertindak yang produktif dan kreatif melalui bahasa, musik, dan karya gerakan yang sederhana. “Yang menjadi ciri khas kurikulum saat ini antara pengetahuan dan keterampilan itu menjadi satu kesatuan. Asumsi yang kita pakai yaitu pengetahuan saja tidak cukup ketika itu tidak dipraktekan,” ujarnya.

Selanjutnya program pengembangan ada enam dengan membagi menjadi tiga usia, yaitu usia lahir sampai dua tahun, dua sampai empat tahun, dan empat sampai enam tahun. Ini berdasarkan atas lembaga yang sudah ada. “Kami mengaturnya kurikulum ini pada umur empat sampai enam tahun yaitu Taman Kanak-kanak, dengan jumlah perminggunya ada 27 jam. Untuk umur baru lahir hingga dua tahun, dan dua sampai empat tahun jam pelajarannya disesuaikan dengan jam operasional lembaga. Satu Jam pembelajaran untuk PAUD 30 menit,” ungkapnya. 

“Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin banyak pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Namun semakin rendah jenjang pendidikan lebih banyak pengembangan sikap yang dibangun,” tuturnya. (Seno Hartono)

KISAH NYATA PERJALANAN HIDUP SEORANG GURU PNS, 18 TAHUN MENGABDI TANPA ISTRI

Inilah salah satu realitas hidup ataupun konsekuensi yang harus dihadapi oleh seorang guru / pendidik PNS yang mau ditempatkan di mana saja, kapan saja, demi “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Kisah ini saya paparkan untuk memberikan satu dari sekian banyak kisah nyata dari sang pengabdi pendidikan, semoga dapat menginpirasi bagi kita semua… Amiin…

Seorang guru / pendidik tersebut bernama Akmal. Ia telah mengabdikan dirinya di salah satu SD Negeri di wilayah yang tergolong terpencil dan terisolir di Kabupaten Tebo. Beliau merupakan seorang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SD. Ia dilahirkan dari Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Bertugas sejak tahun 1996 (18 tahun yang lalu), dan dalam menjalankan tugas-tugas mendidiknya dengan menempati sebuah perumahan dinas guru yang cukup sederhana namun masih terbilang layak.


Di masa-masa tugasnya yang hampir terhitung 18 tahun ini, ia harus berpisah sementara dengan keluarga bahagianya yang kebetulan tinggal di daerah kota Jambi, dengan seorang isteri yang berprofesi sebagai Non-Guru PNS. Saat ini, 3 anak yang semuanya laki-laki tinggal bersama isteri tercintanya di salah satu daerah tenang yang jaraknya tak seberapa jauh dari Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.

Sudah 18 tahun ini, ia jarang sekali berjumpa dengan putra-putra lucu dan seorang istrinya, kecuali di hari-hari libur, maupun di hari-hari ketika ia harus dengan terpaksa pulang dikarenakan tak tahan lagi dengan tumpukan kerinduan-kerinduan yang terkadang hingga 3 minggu berturut-turut hanya bercanda gurau melalui suara via handphone butut yang sering terputus-putus karena sinyal yang hilang-timbul di tempat tugasnya.

Bukannya tak mau berusaha, setelah dirasa telah lebih dari 15 tahun ia mengabdi selama ini di satu sekolah yang belum terjangkau listrik, belum beraspal, serta harus menyeberangi sungai Batanghari dengan jasa perahu kecil bermesin, bila harus ke UPTD maupun kecamatan setempat. Maka ia mencoba mengurus pindah mengikuti isterinya yang kebetulan juga berstatus PNS di kota Jambi itu.


Namun apa daya, mungkin waktu yang ditunggu-tunggu itu belum tiba saatnya, usaha pindah / mutasi tugas pun telah ia lakukan hingga pernah bertemu langsung dengan Bapak Hasan Basri Agus selaku Gubernur Jambi di rumah dinasnya pada tahun lalu. Namun proses mutasi pun belum kunjung tiba. Kini ia pun kembali pasrah dengan keadaan yang ada saat rambutpun hampir telah memutih semua, fisikpun mulai lemah.

Diusianya yang kini mulai beranjak ke 45 tahun, ternyata ia masih diberikan amanah oleh Allaah SWT dengan dilahirkannya seorang anak laki-laki yang menjadi putra ketiga dari rahim isterinya pada 3 bulan yang lalu, kembali… ini tentu menambah beban pikiran dan perasaan saat-saat jauh dari keluarganya. Alhasil pada akhir-akhir ini, ia selalu terbayang akan lucunya sang bayi, kembali lagi itu hanya bayangan, mungkin dengar suara lewat handphone pun jarang-jarang.

Hari-hari serta aktivitas sendiri hingga pekerjaan-pekerjaan rumah tangga pun sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari di rumah dinasnya tersebut, mulai dari masak, mencuci pakaian, menyapu, bahkan tidur pun sendiri tentunya tanpa penerangan listrik, hanya berteman dengan sebuah lampu togok di untuk membantu penglihatan di aktivitas malamnya untuk menilai hasil belajar peserta-peserta didiknya, mengaji, penerangan saat makan hasil masakannya sendiri yang ala kadarnya, serta untuk penerangan di kamar tidur di waktu istirahatnya.


Yang ada di benaknya saat ini adalah bagaimana ia dapat pindah tugas atau mungkin pindah antar instansi, mengingat tanggung jawab ia kepada keluarganya selama 18 tahun terakhir ini tak pernah purna ia lakukan. Dan tentunya, hingga detik ini, ia pun masih sangat mengharapkan kepada Bpk. Hasan Basri Agus (HBA) selaku Gubernur Provinsi Jambi yang ia pernah berjabat tangan sekaligus bertatap muka langsung dengannya di tahun kemarin, kiranya Beliau sudi membantu kembali proses usaha pindah / mutasi yang telah ia idam-idamkan selama ini.

Berjuta tanya dalam hati di setiap hari-harinya, siapa yang harus menjaga anak-anaknya, mungkin ada ibunya, namun alangkah susah dan repotnya ia, apalagi dengan adanya momongan baru yang menambah berat beban sang isteri di sela-sela tugasnya merawat anak pertama dan keduanya, tugas tak ringan sang isteri sebagai PNS, dan beberapa pekerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan oleh seorang laki-laki pun harus dikerjakan oleh isterinya sendirian. Tanpa pembantu, tinggal di rumah pun hanya berempat, sang isteri dengan ketiga buah hatinya. Lalu pertanyaan terbesarnya saat ini, di mana perannya selama ini, selaku kepala rumah tangga…???

Sebagai rekan sekerja, sudah cukup Bpk. Akmal ini menjadi figur baru dalam memotivasi saya pribadi untuk senantiasa berkomitmen dalam pengabdian tugas-tugas mulia ini, tugas “Mencerdaskan kehidupan untuk anak-anak bangsa Indonesia tercinta”. Wassalam…

PELAKSANAAN UKG 2014 KABUPATEN TEBO, SELAIN MENGUJI KOMPETENSI GURU JUGA UNTUK MENGUJI KESABARAN GURU

Muara Tebo 06/03/2014 – Sesuai jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya, bahwasannya Uji Kompetensi Guru tahun 2014 se-Kabupaten Tebo dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 4 hingga 8 Maret 2014. Secara umum penyelenggaraan UKG hingga hari ke 3 ini relatif lancar. TUK (Tempat Ujian Kompetensi) yang sedianya akan diadakan di SMPN 24 Tebo, dikarenakan adanya pertimbangan-pertimbangan teknis demi sukses dan lancarnya UKG 2014 tempat berlangsungnya UKG secara keseluruhan dialihkan ke Aula Utama Disdikbudpora Kabupaten Tebo.

Berdasarkan jumlah keseluruhan Guru / Pendidik dari tingkat TK, SD, SMP, SMA / SMK se-Kabupaten Tebo yang mengikuti UKG tahun 2014 sebanyak 170 peserta. Di mana dalam per-harinya terbagi menjadi 3 sesi, sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 s.d. 10.30 WIB, sesi kedua dari pukul 11.00 s.d. 11.30 WIB, dan sesi ketiga (sesi terakhir) dimulai pada pukul 13.00 s.d. 14.30 WIB dengan jumlah peserta UKG per-sesinya sejumlah 15 peserta.


Tujuan UKG (Uji kompetensi Guru) adalah untuk pemetaan penguasaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik serta profesional) sebagai basic pertimbangan proses program pembinaan serta pengembangan profesi guru dalam bentuk aktivitas Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) serta sebagai entry point penilaian kinerja guru serta sebagai alat kontrol proses Penilaian Kinerja Guru (PKG).

Namun selain tujuan utama di atas, menurut hemat saya. UKG menjadi momen spesial dalam rangka Uji Kesabaran Guru. Uji Kesabaran Guru ini terlihat khususnya pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru di aula Disdikbudpora Kabupaten Tebo pada hari Kamis 06 Februari 2014. Di mana pada hari tersebut terjadi penundaan dari sesi pertama yang sedianya dapat selesai pada pukul 10.30 WIB, dikarenakan adanya pemadaman lampu yang berimbas pada hilangnya koneksi internet, akhirnya pekerjaan-pekerjaan dari seluruh peserta UKG 2014 pada sesi pertama ini harus tertunda hingga lepas tengah hari, itupun data-data hasil pengerjaan peserta harus diunggah oleh panitia UKG dari Disdik Kabupaten Tebo beserta pihak LPMP Provinsi Jambi yang berada di TUK tersebut secara satu demi satu.

Dari kerja keras seluruh panitia dalam menyediakan sarana terlihat adanya 2 buah mesin genset ukuran besar serta ditambahkan modem dari paket seluler yang kebetulan masih dapat digunakan online saat pemadaman PLN terjadi. Namun apa daya, jaringan akses yang tersedia memang belum dapat mengakomodir kurang lebih 20 laptop dari seluruh peserta.



Kebetulan, saya sendiri menjadi peserta UKG tahun 2014 ini untuk sesi yang ke-dua, yang seharusnya mulai start UKG pada pukul 11.00 WIB harus rela menunggu hingga pukul 15.30 WIB, namun juga belum berhasil melakukan koneksi internet termasuk juga Rekan-rekan kami lainnya. Karena akses internet yang tersedia masih sibuk unggah data dari hasil UKG peserta pada sesi pertama yang sudah diizinkan pulang oleh panitia UKG Kabupaten Tebo tahun 2014.

Setahu saya, mulai dari pukul 10.30 hingga menjelang Magrib, genset yang disediakan panitia UKG selalu hidup untuk suplay arus listrik ke seluruh laptop yang tersedia. Akhirnya, seluruh peserta dari sesi kedua dan ketiga pada hari itu harus kembali bersabar untuk mencoba dan mencoba login menggunakan NUPTK serta nomor peserta UKG, namun tak kunjung berhasil hingga menjelang pukul 18.00 WIB, sesaat kemudian listrik PLN hidup sebelum hari benar-benar gelap, kami pun sedikit bergembira, karena diharap koneksi akan lancar dan UKG berjalan lancar.

Di tengah-tengah kesibukan peserta UKG pada masing-masing mejanya, sejenak kemudian ada pengumuman dari Panitia UKG kepada kami semua untuk beristirahat dahulu sekaligus menunaikan sholat Magrib (bagi yang beragama Islam) terlebih dahulu, dikarenakan server pusat akan dibuka kembali pada pukul 19.00 WIB.


Setelah ISHOMA (istirahat, makan, dan sholat), tepat pada pukul 19.00 WIB seluruh peserta kembali memasuki ruangan UKG. Namun ternyata hasilnya juga masih membutuhkan kesabaran lagi, yakni belum berhasil muncul soal-soal yang harus kami baca dan kerjakan.

Dan pada akhirnya sekitar pukul 20.00 WIB, panitia UKG mengumumkan bahwa pada malam hari ini hingga larut malampun, UKG tidak mungkin dapat dilanjutkan dikarenakan kendala server. Finally, pada hari Jum’at, tanggal 7 Maret 2014, seluruh peserta UKG 2014 kabupaten Tebo untuk sesi kedua dan sesi ketiga harus kembali ke TUK mulai pukul 07.30 WIB untuk mengikuti UKG kembali. Tak ada protes dari peserta walau dalam kecewa, karena seluruh peserta sudah tahu dan memahami kendala yang terjadi di sepanjang hari itu, panitia pun sudah bekerja profesional sekaligus optimal dari pagi hingga malam harinya.


Semoga segala kejadian hari ini, semakin menambah hikmah, pelajaran, sekaligus kesabaran bagi seluruh peserta, tak terkecuali bagi segenap panitia UKG 2014 Kabupaten Tebo. Sebagian peserta ada yang harus menghabiskan waktu perjalanannya dari tempat tinggalnya ke TUK 2 jam lamanya, dan besok kembali lagi menempuh perjalanan tersebut demi mengikuti UKG (Uji Kompetensi Guru) 2014. Alhamdulillaah… untuk sepanjang hari ini, seluruh peserta yang sudah hadir dari pagi hingga malam hari ini dinyatakan sudah lulus UKG (Uji Kesabaran Guru). Salut…. :)

REMBUK NASIONAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014, PDSP KEMDIKBUD BUKA GERAI DAPODIK BANTU PERCEPATAN NISN & NPSN

RNPK (Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan) tahun 2014 diramaikan dengan gerai pembaruan data pokok pendidikan (Dapodik). Gerai yang digawangi Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kemdikbud ini membantu para peserta RNPK untuk memperoleh informasi terkait data pendidikan.

Menurut salah satu petugas gerai, Wisnu, gerai ini menyediakan aplikasi khusus untuk nomor induk siswa nasional (NISN) dan nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Peserta RNPK bisa meminta bantuan kepada petugas gerai untuk memperoleh kedua hal tersebut bagi siswa atau sekolah di daerahnya masing-masing.


"Untuk siswa kelas 12 yang belum punya NISN dan akan ikut ujian nasional, kami bantu percepatan agar bisa memperoleh NISN," tutur Wisnu diselah pelayanan kepada para peserta RNPK, Rabu (5/3/2014).

Wisnu menambahkan, selain menyediakan berbagai informasi tentang NISN dan NPSN, gerai ini juga menyiapkan data statistik pendidikan terbaru. "Karena kami dari PDSP, maka kami menyiapkan statistik pendidikan terbaru," kata Wisnu.

Data statistik yang disiapkan oleh PDSP ini dimasukkan ke dalam sebuah CD. Peserta bisa memperoleh data tersebut dengan terlebih dahulu mengisi blangko yang disediakan. (Aline Rogeleonick)

Wednesday, March 5, 2014

SELURUH TENAGA HONORER K2 AKAN DIANGKAT SEBAGAI CPNS SECARA BERTAHAP

Para tenaga honorer kategori dua (K2) yang namanya tidak tercantum di pengumuman kelulusan namun merasa sebagai honorer asli, mulai malam ini barangkali bisa tidur agak nyenyak. Ini menyusul pernyataan  Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja kepada JPNN, Sabtu (1/3), yang mengatakan honorer K2 yang memenuhi aturan PP 48 Tahun 2005 dan PP 56 Tahun 2012, akan diangkat sebagai CPNS secara bertahap.

Para tenaga honorer K2 menggelar aksi unjuk rasa di silang Monas, depan
Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/2). Foto: dok.JPNN
"Seluruh honorer kategori dua akan diangkat bertahap. Tapi pengangkatannya kan harus ada syaratnya jadi bukan gratis," kata Setiawan. Lantas, apa kriteria honorer asli?

Mengutip isi aturan yang ada, Kepala BKN Eko Sutrisno sudah menyebutkan sejumlah kriteria, yang dicantumkan di dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pimpinan instansi pusat dan daerah, tertanggal 27 Februari 2014.

Adapun persyaratan honorer K2 untuk dapat diangkat menjadi CPNS adalah :

1.   Diangkat oleh PPK atau pejabat lain di Bidang Pemerintahan.

2.   Usia paling tinggi 46 tahun dan paling rendah 19 tahun pada 1 Januari 2006.

3.   Mempunyai masa kerja sebagai tenaga honorer paling sedikit 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat pengangkatan sebagai CPNS masih bekerja secara terus-menerus.

4.   Penghasilannya tidak dibiayai dari APBN/APBD.

5.   Bekerja pada instansi pemerintah.

6.   Dinyatakan lulus seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

7.   Syarat lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Referensi artikel dan gambar :

PANDUAN PELAKSANAAN FLS2N, O2SN, OSN JENJANG SD / MI, DAN APRESIASI SASTRA SISWA SD TAHUN 2014

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar telah menyiapkan diri untuk menyelenggarakan empat event berskala nasional pada tahun ini. Keempatnya yaitu Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar.

Ajang FLS2N dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, pada 1-7 Juni 2014. O2SN diselenggarakan di DKI Jakarta pada 15-21 Juni 2014. OSN digelar di Denpasar, Bali, pada 4-9 Mei 2014. Sedangkan Apresiasi Sastra Siswa SD dilaksanakan di DKI Jakarta pada Oktober 2014.

Ada enam lomba yang digelar FLS2N, yakni Menyanyi Tunggal, Pidato Bahasa Indonesia, Membuat Gambar Bercerita, Seni Tari Kreasi Baru, Lomba Kriya Anyam, dan Pantomim. O2SN melombakan sembilan cabang yaitu Atletik, Senam, Renang, Tenis Meja, Bulutangkis, Volimini, Pencak Silat, Catur, dan Karate. OSN melombakan dua bidang yakni Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan Apresiasi Sastra Siswa SD menggelar empat lomba, yaitu Menulis Cerita Pendek, Cipta Pantun, Cipta Syair, dan Mendongeng.* (Billy Antoro)


Monday, March 3, 2014

CARA / SOLUSI MENGATASI VALIDASI PTK YANG TETAP MUNCUL INVALID, PADAHAL DI TABEL UTAMA PTK TERSEBUT TIDAK ADA (SUDAH DIEDIT)

Berhubung pada hari ini masih ada beberapa Rekan OPS di daerah saya yang masih mengalami permasalahan terkait adanya invalid yang tetap muncul di tombol validasi aplikasi Dapodikdas 2013. Padahal dirasa telah diedit keseluruhan data PTK-PTK yang ada di tabel utama PTK. Tutorial singkat ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan dari Rekan OPS melalui komentar pada blog personal saya ini.

PTK yang tetap muncul pada menu validasi (PTK invalid) disebabkan memang sebenarnya data PTK tersebut masih ada pada tabel utama PTK, namun dikarenakan pada v.2.0.6 menurut pemahaman saya telah ditambahkan beberapa fitur yang tentunya lebih baik daripada versi-versi sebelumnya. Apabila Rekan sudah merasa edit seluruh PTK yang ada pada tabel utama, ini sama sekali tidak akan mengurangi jumlah invalid PTK tersebut.

Yang tentu menjadi pertanyaan adalah, di mana PTK yang invalid itu ada, sehingga tidak dapat diedit / diperbaiki karena data PTK yang invalid tersebut tidak ada dalam tabel utama. Sebagian yang lain pun mengalami data PTK yang berganda, padahal pada tabel utama PTK tersebut hanya 1 (satu) dan tentunya sudah dengan status valid (hijau) bukannya invalid (merah).

Oke…, langsung saja ke pokok pembahasan. Sebenarnya PTK yang invalid pada saat divalidasi tersebut masih ada, dan inilah cara memunculkan data PTK yang invalid yang disebabkan adanya PTK yang belum diedit secara sempurna ataupun adanya beberapa PTK yang datanya ganda karena memang tidak muncul pada tab utama PTK aplikasi Dapodikdas 2014. Dan pertanyaan selanjutnya tentu, bagaimana cara memunculkan data PTK yang muncul pada validasi dengan keterangan invalid sehingga data-data invalid yang berhubungan dengan PTK tersebut dapat kita edit dari tab utama PTK.

Berikut cara singkatnya untuk memunculkan kembali data PTK tersebut sehingga bisa kembali diedit untuk menghilangkan invalid-nya :

1.   Klik pada tab “PTK


2.   Klik lebih dari 1 x dengan tempo sekitar 3 detik pada tombol “Tampilkan Penugasan PTK yang Kosong”.

3. Setelah seluruh daftar PTK-PTK dengan “stsmerah muncul, selanjutnya pilih PTK yang akan diedit / diperbaiki data-datanya, atau dihapus saja langsung apabila data PTK ganda (lebih dari 1).

4.   Selesai, silahkan cek kembali pada tombol "Validasi".

Demikian tips singkat mengenai cara mengatasi masalah invalid khususnya pada data PTK pada aplikasi Dapodikdas 2013. Semoga bermanfaat dan terimakasih…